Step by Step Kuliah di Jepang #3 (Personal Statement)

Posted on

Saat melakukan pendaftaran untuk program pasca sarjana khususnya di universitas jepang. Beberapa hal menjadi salah satu syarat diterimanya seseorang menjadi mahasiswa universitas tersebut. Salah satunya adalah syarat untuk menulis ‘personal statement’. Personal statement (PS) atau jika diterjemahkan dengan Bahasa yang mudah dimengerti menjadi ‘Jelaskan mengenai diri anda dalam sebuah tulisan’ hehe. PS biasanya dituliskan di salah satu kolom didalam berkas aplikasi yang akan dikumpulkan. Terkadang PS diminta sebagai ‘Carrier Plan’, ‘Future Plan’, dll. Jadi jangan bingung jika ada pertanyaan demikian.

Untuk menulis PS, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Berdasar dari pengalaman pribadi, pengalaman teman-teman, dan informasi dari berbagai tulisan, saya rangkum step by step penulisan PS dalam poin-poin serta penjelasannya dibawah ini. Check this out! 😉

  1. Mengenali diri sendiri

Hal pertama kali yang paling utama adalah: yup! Mengenali diri sendiri, karena jika kita belum mengenal diri sendiri, maka kita akan sulit dalam menemukan apa yang akan kita tuliskan. Jadi, untuk tahap ini perlu perenungan mendalam tetang pengalaman apa yang telah dilakukan, kegiatan yang sedang dikerjakan, dan juga hal-hal apa yang ingin dicapai di masa depan.

  1. Menyampaikan informasi yang benar

Jangan pernah gunakan atau melakukan co-paste PS yang sudah dibuat oranglain, karena plagiarisme adalah hal yang paling harus dihindari di dunia akademis. Hindari juga menyampaikan informasi yang tidak benar mengenai prestasi, pengalaman organisasi, dan lainnya. Dan usahakan agar membuat tulisan yang seimbang untuk menjelaskan prestasi dan potensi, tidak terlalu rendah diri atau pun arogan.

  1. Menjelaskan mengenai kegiatan dan pengalaman.

Kegiatan dan pengalaman bisa berupa, pekerjaan, hobi, ketrampilan, organisasi, dan prestasi, Penjelasan ini sebisa mungkin sesuai dengan jurusan atau program disediakan oleh universitas, Misalkan jelaskan pengalaman kita saat mengikuti organisasi yang berkaitan dengan tema jurusan yang akan dimasuki, seperti Himpunan Jurusan, UKM, dan NGO lainnya. Sama halnya dengan prestasi, jelaskan prestasi-prestasi terbaik yang pernah dicapai. Selain itu pengalaman kerja sebagai asisten praktikum, asisten dosen, karyawan, atau wirausaha juga bias menjadi infomasi yang menarik jika memang sesuai dengan jurusan yang akan didaftarkan.

  1. Ketertarikan terhadap program/jurusan.

Berikan alasan terbaik mengapa kita ingin sekolah di jurusan, universitas, kota, juga negara tujuan kita. Jelaskan juga ketertarikan kita terhadap riset yang telah dilakukan oleh calon pembimbing dan promosikan bahwa kita adalah orang yang sesuai yang calon pembimbing cari.

  1. Rencana masa depan

Tunjukkan pada para penyeleksi bahwa kita memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Jelaskan jika rencana masa depan akan tercapai jika kita bias menggunakan pengetahuan yang didapat dari sekolah di program tersebut. Rencana masa depan bisa diperkaya juga dengan kontribusi kita untuk negara, dunia dan untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Setelah mengetahui kerangka untuk pembuatan PS, selanjutnya adalah merancang tulisan yang tidak terlalu banyak atau sedikit, kira-kira 500/700 words banyaknya.. Sehabis menulis, biasanya kita perlu waktu untuk melihat kembali apakah ada yang harus ditambah atau kurangi dari tulisan tersebut sehingga bisa menjadi PS yang menarik untuk calon pembimbingmu, gudlak! :))

Step by Step Kuliah di Jepang #2 (Research Plan)

Posted on Updated on

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas tentang perkuliahan di Jepang yang didominasi oleh sistem study by research, disini mari kita coba telaah persiapan untuk terjun kedalamnya #tsah 😀 Master by research merupakan sebuah program master yang memiliki proporsi riset yang dominan dibandingkan mata kuliah di kelas. Biasanya mahasiswa akan menghabiskan semester pertama dan kedua untuk kuliah dan dua semester berikutnya full riset dan menulis tesis. Untuk mengikuti perkuliahan yang didominasi riset ini diperlukan rencana penelitian yang matang dari mahasiswa saat mencoba mendaftar pada program yang diinginkan.

  1. Hal awal yang harus dipersiapkan adalah, tema riset yang sesuai dengan sensei tujuan, laboratorium, juga sesuai dengan keahlian yang kita sudah atau ingin dikuasai. Cara mudahnya adalah dengan mencari tema riset yang sering dilakukan oleh sensei dan labratorium yang dituju. Mencari keyword tentang penelitian yang akan dilakukan akan memudahkan kita menyesuaikan tema apa yang akan dipilih dan yang akan kita dalami.
  2. Judul/tema yang menarik. Judul atau tema sebaiknya menunjukkan isi penelitiannya sendiri, sebaiknya dibuat menarik dan mencakup keseluruhan isi dari proposal penelitian.
  3. Latar belakang harus jelas dan mendukung. latar belakang penelitian pada pokoknya menyampaikan alasan-alasan dilakukannya penelitian tersebut. Alasan tersebut muncul biasanya disebabkan oleh adanya permasalahan yang terjadi baik skala mikro dan makro, dirasakan langsung oleh masyarakat atau pun tidak.
  4. Problem statement dan tujuan penelitian yakni penjelasan lebih jelas mengenai permasalahan yang muncul yang akan diangkat sebagai topik penelitian. Sehingga permasalahan tersebut akan dijawab melalui tujuan penelitian. 
  5. Metode penelitian secara gari besar bias dibagi menjadi dua bagian yakni kualitatif dan kuantitatif. Bagian inilah yang terpenting untuk disesuaikan dengan model lab/grup penelitian yang akan teman-teman masuki. Metode akan mempengaruhi hasil suatu penelitian dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya apabila didukung oleh kebenaran data yang didapatkan serta proses yang dilakukan.
  6. Keunikan penelitian (novelty). Inti dari sebuah penelitian adalah melengkapi yang sudah ada atau melakukan apa yang belum dilakukan. Sederhananya, kita tidak akan melakukan hal yang persis sama dengan apa yang sudah pernah dilakukan orang lain. Keunikan itu bisa ditegaskan dengan menyatakan bahwa riset kita akan menggunakan metode baru yang belum pernah dilakukan, menggunakan pendekatan baru, membahas kasus yang sama sekali baru, atau menggabungkan beberapa metode di bidang lain yang belum pernah diuji.
  7. Daftar pustaka yang mencakup juga hasil-hasil publikasi dari sensei yang kita tuju. Tentu, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri jika calon pembimbing mengetahui bahwa calon mahasiswa-nya sudah berusaha untuk mempelajari tema riset yang selama ini dilakukan. Hal ini juga menunjukkan ketertarikan kita terhadap tema riset yang ditawarkan, sehingga taka da salahnya kita mempelajari tentang riset melalui publikasi sensei tujuan.

Okey, kira-kira mungkin itulah beberapa step yang sebaiknya dopersiapkan sebelum menyusul rencana riset kita. See you di postingan selanjutnya. Goodluck! 🙂

“Research is creating new knowledge” -Neil Amstrong

Step by Step Kuliah di Jepang #1 (Curriculum Vitae)

Posted on Updated on

Perlu diketahui bahwa, memulai perkuliahan di jepang sedikit berbeda dengan perkuliahan di Negara lainnya. Di jepang hampir semua kampus menerapkan study by research di pada jenjang pascasarjana. Oleh karena itu seringkali kita mendengar tentang mahasiswa research student (atau mahasisnya yang mengikuti program persiapan, baik riset atau Bahasa) sebelum resmi menjadi mahasiswa S2 atau S3. Study by research inilah yang merupakan salah satu kelebihan teman-teman yang berkuliah di Jepang, karena memiliki meneliti baik ilmu eksak atau sosial.

Dan uniknya, untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari professor, kita harus berinteraksi ke professor/sensei yang spesifik pada satu lab. Nah pembuatan Curriculum Vitae (CV) untuk kuliah di jepang, adalah salah satu cara untuk PDKT ke prof/sensei tersebut.

Pembuatan Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan resume memang cukup unik. Kita diharuskan menulis tentang diri kita sendiri. Jika terlalu sederhana kita akan dicap sebagai orang yang tidak memiliki kompetensi. Tapi jika terlalu bagus kita akan dicap sebagai orang yang sombong #eh.

Sebelum membuat CV kita harus memahami apa yang dicari oleh orang yang membaca CV kita. Dengan memprediksi hal tersebut, kita bisa membuat CV dengan lebih terarah. Apa saja poin-poin penting yang harus kamu persiapkan dalam membuat CV, berikut daftarnya:

  1. Data Diri
  2. Jurusan, fakultas, univ dan minat serta kompetensi
  3. Durasi kuliah
  4. IPK
  5. Organisasi
  6. Prestasi
  7. Pengalaman kerja
  8. Publikasi karya ilmiah
  9. Arah penelitian
  10. Komitmen dan kepribadian

Perlu diketahui juga, di Jepang, ada beberapa universitas yang menyediakan program bahas inggris, namun ada juga yang perkuliahannya full dalam Bahasa jepang. Cara mempersiapkannya, jika ingin masuk program yang bahasa jepang, kalau bisa gunakan beasiswa yang dari pemerintah/institusi/company jepang seperti MEXT, Inpex, Panasonic, Hitachi. Karena biasanya calon mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti research student yang mendapatkan intensif pelajaran Bahasa jepang.

Tapi jika mendapatkan beasiswa dari LPDP dan Dikti, kalau bisa cari yang kuliah dalam Bahasa inggris, karena akan sulit jika pengetahuan Bahasa jepang masih sedikit untuk mengikuti perkuliahan.

Jadi bisa disimpulan oleh teman-teman sendiri, kemampuan Bahasa jepang-nya harus ditingkatkan atau tidak. Tetapi saran saya, menguasai Bahasa jepang akan menjadi nilai tambah di mata professor, dan nilai tambah agar kita bisa bertahan hidup di jepang hehe (especially for daily life). So, mulai siapkan CV terbaikmu, dan mulai berburu professor! 🙂

Blessing

Posted on Updated on

Alhmdulillah, Hampir dua tahun sudah! berjibaku hidup di negeri seberang. Banyak hal yang terjadi dalam kurun setahun ini (setelah lama gak apdet blog wkw), beberapanya adalah menyempurnakan data tesis dan menyempurnakan hidupku dengan kehadiranmu (#ea #apasihris XD). Yup insyaAllah dalam waktu dekat saya akan melaksanakan sidang akhir untuk perkuliahan master dan Alhmdulillah dalam waktu dekat (bulan maret kemarin) status saya telah berubah menjadi lebih berat dari sebelumnya. Menjadi seorang istri (ganbarimashou!)

Banyak hal yang saya dapatkan, baik susah maupun senang, suka dan duka, gundah gembira dan banyak lagi hehe. Yup, apapun keadaannya, semuanya adalah nikmat dari Allah, yang terbaik dari Allah. Nikmat mengenyam pendidikan, melanjutkan kuliah apalagi di Luar Negeri dengan bekal beasiswa dari negara sendiri (Nikmat Mana Lagi Yang Kau Dustakan (Ris) T_T maka tidak sepatutnya mengeluh dengan kesempitan-kesempitan yang pernah ada mewarnai perjalanan ini (#tsah) –walau-kadang-tetep-sih-syedih-.

Suatu ketika saat berbarengan dengan Tsukuba sister (mahasiswi2 tsukuba univ) bertandang ke acara di SRIT (Sekolah Republik Indonesia-Tokyo) dalam suatu seminar kemahasiswaan, ada salah satu materi yang cukup menohok yang dibawakan oleh salah satu mahasiswa yang juga memiiki kedalaman ilmu agama yang cukup luas. Ialah ust. Abdurrahman, beliau menyampaikan tentang hal yang tidak asing bagi kami, yakni mengenai nikmat dalam mengelola kehidupan di jepang sebagai seorang mahasiswa.

Nah, materi yang dibawakan kurang lebihnya seperti yang telah saya rangkumkan dibawah ini, semoga berkenan! 🙂

Salah satu nikmat adalah nikmat menuntut ilmu di luar negeri. Berdasarkan data BPS, rasio penduduk Indonesia yang mengenyam pendidikan di Luar Negeri adalah 13 dari 10.000 orang.

Bagaimana mengelola nikmat yang telah diberikan Allah? Ketika mendapat beasiswa dan mengenyam pendidikan di tempat yang memiliki fasilitas lengkap dan kemudahan lainnya. Jangan sampai dengan nikmat yang diberikan Allah kita malah lalai untuk beribadah kepada Allah.

Nikmat yang diberi dapat menjadi ujian jika kita keliru mengelolanya. Saat menggap nikmat yang datang adalah balasan dari kebaikan dan keshalehan yg sudah kita lakukan, maka hal itu bisa menjadi potensi kelalaian. Sifat ingkar, bangga yang berlebihan, pamer merupakan salah satu sikap yang menyalahgunakan nikmat.

Salah satu kisah mengenai sikap yang penyalahgunaan nikmat adalah kisah tentang Qarun yang Allah abadikan di surat Al-Qasas sebagai pelajaran untuk manusia.

Qarun termasuk kaum Musa. Namun dia bertindak melampaui batas terhadap nikmat yg diberi kepadanya. Ia sudah diingatkan bahwa “Janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri”.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melakukan kerusakan. (76-77)

Namun Qarun, lalai terhadap hartanya, Ia berbangga akan nikmat yang diberi Allah karena ilmu dan kesalehan yang ia punya. Dan Allah membantahnya bahwa sudah banyak umat-umat sebelumnya yang diberi nikmat lebih banyak namun dibinasakan karena tidak bersyukur. (78)

Namun, celakalah Qarun, karena pahala Allah lebih baik dari orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dan pahal itu diperoleh oleh orang-orang yang sabar. Dan Allah benamkan Qarun bersama rumahnya kedalam bumi. (80-81)

Lalu bagaimana menyikapi nikmat yang diberi Allah? Yakni memahami bahwa kenikmatan adalah ujian dari Allah sehingga berhati-hati menyikapinya, dengan syukur dan sabar.

Dalam surat An-naml 19, Seperti doa Nabi Sulaiman, Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yg telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang engkau ridhai dan masukanlah aku kedalam golongan orang-orang sholeh.

Selain itu, cara-cara mensyukuri nikmat lainnya adalah, beramal sholeh dengan maksimal, menjaga shalat pada waktunya, menutup aurat dan meninggalkan yang syubhat serta taklupa juga membalas kebaikan dengan kebaikan, membantu kesulitan oranglain, dan menjaga hubungan baik. Karena, dengan senantiasa menjaga ketaatan terhadap Allah, nikmat yang telah ada akan terus Allah tambah keberkahannya. InsyaAllah 😉

May Allah bless us. Cheers! 😉

Sacrifice

Posted on

On the blessed day of Adha, we are ready to sacrifice everything, for the ONE who gave us everything

Sesungguhnya, Allah ingin manusia bahagia. Dan islam adalah panduan kebahagiaan yg Allah ciptakan untuk manusia.

Untuk mencapai kebahagiaan, caranya adalah dengan mengikuti apa kata Allah. Maka kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan dicapai.

Saat di dunia, Allah berikan dua hari raya, yakni hari raya idul fitri dan hari raya idul qurban. Dalam idul fitri, Allah mengkondisikan kita menahan hawa nafsu dan mengkhususkan diri hanya pada Allah SWT.

Sedangkan, dalam idul adha, Allah mengumpulkan hamba Nya di satu tempat dengan pengorbanan harta, waktu, dan tenaga. Ini lah hari dimana hamba Allah menunjukan bahwa islam di seluruh dunia adalah satu.

Hari raya idul fitri merupakan hari dimana manusia kembali suci. Dan hari raya idul adha merupakan hari kesiapan seorang hamba untuk berkorban, mengikuti Allah seberat apapun ujiannya.

Diteladankan oleh Ibrahim dan Ismail tentang ketaatan kepada Allah, saat Ibrahim yang telah lama menunggu seorang anak, ia berdoa kepada Allah (As-Saffat: 100), maka Allah berikan kabar gembira dengan adanya seorang anak (Ismail) (As-Saffat: 101), saat Ismail beranjak remaja Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih Ismail (As-Saffat: 102). Keduanya pun patuh akan perintah Allah. Atas kepatuhan Ibrahim dan Ismail akan perintah Allah, Allah tebus dengan seekor sembelihan yg besar, Allah abadikan teladan Ibrahim dengan perintah kurban yg dilakukan oleh hamba setelahnya… (As-Saffat: 103-111)

Kemuliaan Ibrahim dan Ismail Allah abadikan untuk kita teladani. Belajar dari Ibrahim, akan takwa dan dan cinta pada Allah. Semoga amal dan pengorbanan kita diterima oleh Allah SWT. Selamat Idul Adha!

 

Rancang Bangun Informasi Sistem Pangan Lokal

Posted on Updated on

Beberapa langkah dalam mendukung konsep ketahanan pangan diantaranya meningkatkan diversifikasi pangan, meningkatkan nilai tambah, daya saing dan ekspor, serta meningkatkan kesejahteraan petani. Pengembangan pangan lokal terkait dengan upaya untuk meningkatkan kecukupan pangan dan diversifikasi pangan, terutama di tingkat masyarakat. Ketahanan pangan adalah kesetaraan akses setiap masyarakat terhadap makanan untuk dapat hidup sehat dengan gizi yang baik. Sehingga, kerawan pangan dapat diartikan dengan minimnya akses informasi masyarakat terhadap ketersediaan pangan dan kurangnya kemampuan untuk menjangkau makanan yang sehat dan bergizi.

Pangan lokal dapat membantu meningkatkan ketersediaan makanan sehat, terutama daerah dengan akses yang terbatas. Untuk itu, keberlanjutan (sustainability) penting bagi sistem pangan lokal (Feenstra 1997). Keberlanjutan adalah kapasitas dari setiap sistem atau proses untuk mempertahankan jalannya sistem itu sendiri. Konsep berkelanjutan memiliki tiga dimensi yakni Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan (Hak et al 2007.).

Ada sejumlah hambatan untuk mengembangkan sistem pangan lokal. Salah satunya adalah informasi geografis (Fenstra 1999; Watts et al. 2005). Mengingat Indonesia memiliki komposisi geografis yang bereneka ragam dengan 17.000 pulau yang berbeda. Hal ini menimbulkan tantangan untuk distribusi pangan nasional dalam memenuhi permintaan kebutuhan pangan dengan harga yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Informasi geografis berkaitan dengan keberlanjutan sistem pangan lokal yang meliputi dimensi ekologi, ekonomi dan sosial dari sistem pangan (Gatrell et al. 2011). Proses pemasaran yang melibatkan rantai pasok lebih pendek memungkinkan petani untuk meraih keuntungan yang lebih besar sehingga mencapai kelayakan ekonomi yang memadai untuk pertanian dan masyarakat pedesaan (Tregear 2007). Selain itu, hubungan yang lebih dekat antara petani dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya memilih pangan lokal. Adapun, keberlanjutan sistem pangan lokal tergantung pada kualitas produksi makanan lokal, aksesibilitas pangan lokal dan keterjangkauan pasar oleh masyarakat (Eckert, 2011; Moore, 2008).

Pengumpulan informasi mengenai data yang mencakup data geografis, akses jalan, kondisi lahan, populasi, serta kondisi petani, pengusaha, pasar dan masyarakat menjadi informasi berbasis potensi kearifan lokal dari suatu daerah yang dianalisi menggunakan analisis spasial. Analisis spasial dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan, mendukung keputusan, dan mengungkapkan pola sistem pangan yang terintergrasi. Analisis spasial melalui GIS dapat melakukan transformasi, manipulasi, dan metode yang dapat diterapkan pada data geografis untuk diubah menjadi informasi yang berguna. Integrasi beberapa informasi melalui proses pengambilan keputusan dapat menentukan titik terbaik untuk memproduksi dan mendistribusi makanan lokal. Integrasi informasi spasial tersebut disesuaikan dengan indikator-indikator keberlanjutan seperti ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan (affordability), dan profitabilitas (profitability).

gopanglok

 Gambar 1. Pengembangan Model Sistem Pangan Lokal Terintegrasi

Pengambilan keputusan menggunakan metode multikriteria analisis (Multi Criteria Decision Analysis) mampu memilih pemilihan yang paling efisien dari sistem pangan lokal melalui multifaktor seperti ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan profitabilitas. Metode tersebut mampu menganalisis secara holistik sistem pangan lokal menggunakan analisis proses jaringan (Analytical Network Process).

Multi kriteria analisis keputusan (MCDA) adalah serangkaian prosedur sistemik untuk menganalisis masalah keputusan yang kompleks (Malczewski 1999), MCDA terdiri dari serangkaian teknik yang memfasilitasi penilaian, peringkat, atau pembobotan kriteria pengambilan keputusan berdasarkan preferensi stakeholder. Teknik ini berasal lebih dari tiga dekade lalu di bidang matematika dan penelitian operasi. MCDA biasanya melibatkan lima langkah: (1) menentukan tujuan dan sasaran; (2) mengidentifikasi pilihan-pilihan keputusan; (3) memilih kriteria yang mengukur kinerja relatif terhadap tujuan; (4) menentukan bobot untuk berbagai kriteria; dan (5) menerapkan prosedur dan melakukan perhitungan matematika untuk opsi peringkat.

Sedangkan Analytic Network Process (ANP) adalah kerangka paling komprehensif untuk analisis keputusan masyarakat, pemerintah dan korporasi yang tersedia saat ini untuk pembuat keputusan. Metode ANP memungkinkan interaksi masing-masing indikator yang saling mempengaruhi contohnya dengan menggunakan indikator ketersediaan (availability), aksesibilitas (accessibility), keterjangkauan (affordability), dan profitabilitas (profitability).

GIS (Geography Information System) telah digunakan dalam sejumlah penelitian untuk meneliti ketersediaan pangan di suatu daerah. Ada sejumlah studi yang mengasilkan hasil berupa pemetaan (mapping) (Bosona et al 2013; Eckert et al 2011). GIS menggunakan kombinasi kartografi dan citra data untuk membuat representasi lengkap daerah yang sedang dipelajari. Data berbentuk titik dan polygon digunakan untuk mewakili citra data.

Data informasi GIS digunakan untuk menghasilkan matriks hasil integtrasi informasi menunjukkan lokasi yang cocok untuk pengembangan pangan lokal berdasarkan indikator ketersediaan, aksesibilitas, keterjangkauan, dan profitabilitas. Data indormasi GIS memiliki manfaat yang mampu mengumpulkan data untuk semua data geografis berupa fitur, gambar, dan permukaan. Dalam distribusi geografis, GIS mampu mengintegrasikan database yang berkaitan dengan produksi dan distribusi pangan lokal. Perancangan model sistem pangan lokal disesuaikan dengan titik atau daerah terbaik untuk memproduksi dan mendistribusi pangan lokal dengan keuntungan optimum dengan jarak terdekat. Dengan demikian, perancangan informasi dari data spasial sangat penting untuk dikembangkan untuk berbagai keperluan salah satunya untuk model sistem pangan lokal yang ideal untuk diterapkan di suatu daerah.

Penggunaan kedua metode MCDA dan GIS dapat dilakukan untuk mendapat hasil lebih optimal. GIS melibatkan integrasi data spasial dan MCDA menyediakan analisis untuk masalah keputusan penataan, merancang, mengevaluasi dan memprioritaskan keputusan alternatif (Malczewski 2006).Dengan demikian, sistem pangan lokal berkelanjutan mampu dicapai dengan penentuan lokasi paling tepat untuk memproduksi dan mendistribusi pangan lokal.

Referensi:

1. Eckert J, Sujata S. 2011. Food systems, planning and quantifying access: Using GIS to plan for food retail. Applied Geography 31: 1216-1223.

2. Feenstra Gail. 1997. Local Food Systems and Sustainable Communities. American Journal of Alternative Agriculture: 28-36.

3. Feenstra Gail. 1999. Growing a community food system. Partnerships in education and research.

4. Gatrell JD, Neil R, Paula R. 2011. Local food systems, deserts, and maps: The spatial dunamics and policy implications of food geography. Applied Geography 31: 1195-1196.

5. Hák T, B Moldan, AL Dahl. 2007. Sustainability Indicators: A scientific assessment. The Scientific Committee on Problems of Environmental, of the International Council for Science: London.

6. Tregear A, Fillipo A, Giovanni B, Andrea M. 2007. Regional foods and rural development: The role of product qualification. Journal of Rural Studies 23: 12-22.

7. Watts DCH, Ilber B, Maye D. 2005. Making reconnections in agro-food geography: alternative systems of food provision. Progress in Human Geography 29, 1 (2005): 22-44.

Sumber: Beranda MITI

Merdeka (?)

Posted on

Ingatkah kita apa yang diperintahkan kepada Musa dan Harun alaihissalam untuk menasehati Firaun yang angkuh nan kejam, “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, Mudah-mudahan ia ingat atau takut” (QS Thaha 44). Musa dan Harun kepada Firaun saja diperingatkan untuk santun, apalagi kita yang ingin membawa kebaikan untuk saudara sekitar kita.

Juga kita ingat kembali pesan Rasulullah, Yassiru wala tu’assiruu wayubasy-syiru wala tunaffiru, yang artinya, senangkanlah (permudahkanlah) dan jangan susahkan dan berilah kabar gembira dan jangan berikan kabar buruk (buatkan orang lari daripadamu)- HR. Bukhari Muslim.

Maka kebenaran-kebenaran yang kita bawa akan sampai dan dipahami sebagai kebenaran juga jika isinya benar, caranya sesuai, dan targetnya tepat. Karena, jangan menasihati orang yang tidak ingin dinasihati, karena itu akan semakin menjauhkannya dari kebenaran. Carilah saat yang tepat dan cara yang sesuai.

Selain menebarkan kebenaran, tentu kita juga butuh diberi asupan, yang terkadang hal itu datang tanpa kita minta. Di saat kita merasa sedang tidak perlu ‘diperbaiki’, kebenaran datang dalam bentuk nasihat dari saudara. Yang terkadang kebenaran itu terkalahkan oleh ego yang ‘sedang tidak mau diperbaiki’. “If someone corrects you, and you feel offended, then you have an ego problem- Nouman Ali Khan”.

Maka, kita memohon kepada Allah, agar selalu melembutkan hati agar mampu menerima nasihat kebenaran, dan diberi kekuatan untuk menyebarkan nasihat kebenaran dengan cara yang benar, santun, dan tepat. Dan juga kita memohon kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit hati, karana hanya orang-orang berpenyakit hati lah yang selalu memiliki gairah untuk menyakiti orang lain.

Semoga hati kita merdeka dari jajahan hawa nafsu, merdeka dari buruk sangka, merdeka kuasa ego, dan merdeka mencapai baik sangka, merdeka dalam menyebarkan dan menerima kebenaran (bukan hanya pembenaran). Karena manusia-manusia yang sehat hatinya, yang akan menopang Negara ini menjadi lebih baik, lebih berkah. Merdeka! 🙂