#Mengeja

Strategi Hideyoshi

Posted on Updated on

04_strategi hideyoshi

Edisi ngerakum kutipan kali ini dari buku Strategi Hideyoshi… selamat menikmati 😉

Lord Nagahama

Awal kisah ini adalah tentang, dua orang petani daerah Miwa yang ingin mengubah hidupnya. Jiro dan Gonsuke. Saat Jiro bermimpi sedang berdiri di persimpangan jalan. Satu mengarah ke jalur yang aman tetapi sepi petualangan. Dan satunya menawarkan perjalanan yang mendebarkan. Gonsuke pun menyarankan agar mereka berdua melakukan petualangan ke Negeri di luar Miwa.

“Pikirkanlah, jika kita bisa berbagi pikiran dengan seorang penasihat yang berpengalaman, seseorang yang lebih kenal dunia, seseorang yang tidak menertawakan impian seorang pemuda.”

“Sepertinya aku tahu orang itu, kau pernah dengar nama Hideyoshi?”

“Bukankah Ia Lord Nagahama?”

“Benar, ia salah seorang kepala samurai Nobunaga. Tetapi berasal dari keluarga seperti kita di Nakamura. Keluarga Petani”

Petualangan pun dimulai untuk mencari Hideyoshi.

Perjalanan ke Nagahama

Jiro dan Gonsuke, bertemu dengan seorang nenek yang sangan berlebihan dalam menilai Hideyoshi. Dan bertemu juga dengan seorang lelaki tua yang sangat membenci dan merendahkan Hideyoshi. Seketika mereka bertemu dengan lelaki yang pendek, tua, dan jelek. Jiro dan Gonsuke pun bertanya perihal Hideyoshi kepada lelaki pendek itu.

“Sepertinya semua orang mengenal Hideyoshi, meskipun pendapat mereka berbeda-beda. Pertama-tama seseorang bercerita bahwa ia lelaki berperawakan besar dan ahli seni bela diri. Berikutnya orang lain mengatakan ia bertubuh cebol. Pagi sampai siang ia seorang pahlwaan, malamnya seorang pengecut.”

“Menurutmu mana yang benar?”

“Yah… barangkali karakter Hideyoshi tergantung mata yang melihatnya. Bagi seorang perempuan tua yang rindu melihat kebaikan di dunia ini, ia adalah pahlawan. Bagi pedagang ketus yang iri kepada keberhasilan orang lain, ia tak ubahnya seorang penipu.”

“Betul! Karena tak jarang orang melihat diri mereka sendiri pada sosok orang lain”

“Bolehkah aku tahu mengapa kalian ingin bertemu dengan Hideyoshi?”

“Kami datang karena ingin belajar dengannya. Barangkali seseorang yang berasal dari dunia petani tidak akan tersinggung mendengar permohonan kami yang sederhana ini, untuk mendapat nasihat.”

“Jawaban yang bagus sekali! Kebanyakan orang memilih bersilat lidah selam satu jam daripada harus mendengarkan nasihat dari seorang bijaksana selama sepuluh menit Kalian tahu bahwa akulah Hideyoshi.”

Hideyoshi menjadi orang yang menonjol, bukan karena seni bela diri. Melainkan melalui pengabdian, kerja keras, rasa syukur, dan mencurahkan tenaga dalam beberapa bidang yang tidak ada sangkut pautnya dengan dunia militer.

Jalan Menuju Keberuntungan

Hideyoshi berpesan kepada kedua pemuda itu,

“Rahasia keberuntungan dan kepuasan sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Rahasia-rahasia ini senantiasa diketahui orang-orang bijak. Tetapi sebagaimana dalam setiap zaman, sekarang ini hanya segelintir orang saja yang menangkap makna sejatinya-apalagi kekuatannya yang luar biasa dalam pikiran yang siap menerimanya.”

“Renungkanlah kebenaran sederhana yang akan kusampaikan, maka kebenaran itu akan mengubah kehidupan kalian sebagaimana yang telah terjadi dalam kehidupanku. Terbayangkan berarti terjangkau.”

“Bahwa aku mampu meraih… apa pun yang aku inginkan?”

“Seandainya keinginan adalah jalan menuju pencapaian, maka setiap pengemis akan menunggangi kuda yang mahal, dan setiap orang mulia akan menjadi raja. Tidak, keinginan tidak akan membawa hasil seperti itu. Perumpamaan di atas menyiratkan perbedaan anatar menginginkan dan membayangkan.”

“Dalam setiap tahap perjalanan, orang harus tahu persis tujuannya. Jika kau bisa membayangkan langkah-langkah menuju tujuan, bukankah persoalnanya menjadi sederhana? Kau tinggal menyusun langkah itu dan mencapainya satu per satu. Kegagalan manusia lebih sering disebabkan ketiadaan tujuan yang jelas dibandingkan ketiadaan kemampuan.”

“Kata-kata dan perbuatan baikku kepada orang lain mengundang kebaikan bagiku. Tidak butuh waktu lama, aku yakin Yang Maha Penguasa memberi imbalan atas rasa syukurku, sehingga aku menemukan cara kedua dalam menempuh jalan menuju keberuntungan; Rasa Syukur Mengundang Keberuntungan.”

“Sahabatku, mengenali bakat diri sendiri sangatlah penting. Bahkan itulah yang mengubah arah kehidupanku. Aku tidak bisa berharap disegani orang lain tanpa mengembangkan dan menguatkan kemampuanku sendiri. Dengan begitu aku menemukan satu lagi kunci keberuntungan, yaitu Kenali Bakatmu.”

“Pada masa itu aku menemukan jalan lebih lanjut untuk membuat diriku menonjol dari yang lainnya. Yaitu dengan bekerja keras. Pedomanku adalah bekerja dua kali lebih keras dibanding siapapun disekitarku. Aku mengabdikan tubuh dan jiwaku untuk setiap tugas yang diberikan kepadaku, tak peduli betapa pun sulitnya. Aku melakukannya secepat mungkin, dan dengan perasaan gembira.”

“Sebagian orang menganggap kerja itu bebabn, dan berkhayal pemimpin mereka punya kewajiban memenuhi kebutuhan hidup mereka. Padalah justru sebaliknya! Jika tidak ada orang lain, mereka mengecam sang pimpinan, alih-alih memujinya. Berhati-hatilah dengan orang-orang yang tidak bersyukur seperti itu, karena mereka tidak bisa dipercaya. Kunasehati kalian, jika bekerja kepada seseorang, bekerjalah dengan benar!”

“Pahamilah nasihatku. Usaha setengah-setengah membuahkan hasil yang baik, tapi usaha yang luar biasa membuahkan hasil yang luar biasa. Ini pun salah satu cara untuk mendapatkan keberuntungan”

“Apa yang membedakan orang-orang yang berhasil dibanding yang lain?”

“Usaha!”

“Tentu saja temanku. Usaha menentukan Hasil!”

“Seorang pemimpin harus berbagi keberhasilannya dengan orang lain, dan harus membantu orang-orang yang kurang mampu agar bisa mengembangkan kemampuannya.”

“Kusimpan pesannya yang merupakan jalan menuju keberuntungan, Kerja Sama Melahirkan Keberhasilan.”

“Namun, kita tidak boleh lupa bahwa impian manusia dalam sekejap bisa berubah menjadi kegandrungan. Karena aku sendiri bisa melihat betapa cita-cita bisa menggelapkan kebijakan seseorang. Karena itu, dalam mengejar keberuntungan, kita harus membentengi diri dari niat-niat kotor dan berusaha bertindak dengan keberanian dan penuh kepribadian, jujur, serta terhormat.”

Kuil Songaji

Di pagi bulan Juni yang cerah di Desa Miwa, terlihat sesosok ronin yang berjalan dengan putus asa. Ia pun bertemu dengan dua sahabat yakni Jiro dan Gonsuke. Melihat semangat yang diperlihatkan oleh Jiro dan Gonsuke, ronin itu pun tertarik untuk ikut bertemu dengan Hideyoshi, untuk mencari rahasia keberuntungan.

Tak hanya mereka bertiga, ternyata di kuil itu sudah berkerumun beberapa orang yang ingin juga mendengarkan rahasia dari Hideyoshi.

Hideyoshi pun berkata:

“Selamat datang di sekolah kuil, tempat semua orang dari berbagai latar belakang. Kurasa kalian datang untuk mendengarkan aku mengungkapakn rashasia keberhasilanku di dunia”

“Sayangnya aku harus mengatakan yang sebenarnya, Rahasia itu tidak ada”

“Rahasia itu adalah diri kalian dan aku hanya mencoba untuk mengungkapkannya”

Hideyoshi bertanya kepada para pendengarnya tentang apa itu keberuntungan?

“Menemukan kuda yang tak bertuan, kemudian mencari tuannya sehingga mendapatkan imbalan yg banyak”

“Bermain judi”

“dll”

“Lalu apakah kalian akan menunggu kuda itu lewat atau bermain judi setiap hari?”

“Tidak”

“Maka, itu bukanlah sebuah keberuntungan.”

Kemudian ada seseorang yg bercerita tentang seorang tukang kayu yg dipandang remeh oleh masyarakat, karena dibandingkan tukang kayu yg lainnya, karya ia tidak seberapa.namun ia tidak pernah mengeluh dan tak pernah berputus asa membuat barang kerajinan, malah ia mengerjakannya dengan riang.

Lalu ada pengawal raja yang tertarik dan meminta ia membuat 12 ukiran selama 3 hari. Tukang kayu pun menyanggupi dengan bekerja keras tanpa kenal lelah. Dan ternyata hasilnya sangat memuaskan. Ia pun menjadi tukang kayu yg terpandang.

“Dari pengalaman itu aku melihat betapa seseorang bisa mengasah bakatnya melalui pengabdian tanpa kenal putus asa sehingga keberuntungan dapat menghampirinya. Kemudian kesempatan datang, dan ia memanfaatkannya.”

“Dan keberuntungan murni hanya datang dari segelintir orang. Tapi kesempatan, dalam berbagai bentuknya, datang ke setiap orang pada suatu titik dalam kehidupannya. Namun hanya sedikit orang saja yang meraih kesempatan itu dengan penuh semangat. Dan orang-orang seperti itulah yang sejahtera.”

Hujan Bulan Juni

Posted on

tak ada yang lebih tabah 

dari hujan bulan Juni

dirahasiakannya rintik rindunya

kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak

dari hujan bulan Juni

dihapuskannya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif

dari hujan bulan Juni

dibiarkannya yang tak terucapkan

diserapkan akar pohon bunga itu

(Sapardi Djoko Damono, 1989)

*Saat puisi ini dibuat oleh penulisnya, hampir bisa dipastikan tahun itu, anomali cuaca belum seperti sekarang ini, sehingga hujan di bulan Juni mustahil untuk terjadi.

Namun ternyata, atas kehendak Allah, Hujan Bulan Juni bisa saja terjadi.

Ya, atas kehendak-Nya lah semua terjadi, termasuk Hujan Bulan Juni,

Tak ada yang mustahil bagi-Nya, termasuk Hujan Bulan Juni.

“Wahai orang-orang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat; sesungguhnya Allah beserta orang-orang sabar” (Q.S 2:153)

Sekali lagi, selamat datang Hey Juni 😉

Februari

Posted on Updated on

Di Bulan ini,

Ada doa yang terlipatganda saat lamat-lamat disematkan dalam tengadah, hingga berpilin jauh ke langit.

Ada hati yang ingin selalu berpaut dalam ketaatan dan kesadaran penuh pada Penggenggam hidup dan mati

Ada harap untuk tetap menjaga kehormatan yang kadang tercompang-camping di tengah upaya kami membadai dan membumi

Wahai Allah, sudah banyak nikmat yang Engkau beri sampai kami menginjak usia kami yang saat ini. Kau cukupkan kami, tapi terkadang kami yang mengurangi sendiri. Kami yakin, doa, cita, dan harap kami, sudah kau dekap erat sekuat Engkau jaga kami dalam berkah dan istiqomah. Jaga kami ya Allah, jaga kami sampai akhir yang paling baik dalam hidup kami.

Long Term Memory

Posted on Updated on

 ‎”Bahkan target berapa juz yang akan dihafal adalah target dunia. target yang sesungguhnya adalah bertambahnya kualitas cinta dan interaksi kita pada Al-Quran”

“Jangan pernah ucapkan ‘ah hafalan gue cuma segini’. Hey itu nikmat Allah yang patut disyukuri. Hafalan 3 surat di juz 30 akhir beserta Al-Fatihah jika benar2 kamu cintai-pahami-dan amalkan karena Allah itu lebih berharga daripada berjuz-juz namun hanya jadi penghias bibir.”

“Semakin cinta pada Al-Quran, semakin banyak pula interaksi dengannya, semakin banyak yang ingin terhafal, semakin ingin banyak memahami, dan semakin ingin untuk mengamalkan” (Dikutip dari status yuri ^^)
Tentang mengenal, mencintai, mengingat, mengerti, dan mengamalkan. Akhirnya pada kejadian-kejadian yang kita telah, sedang, dan akan alami kemudian, memori kita sudah terasosiasikan pada pesan-pesan-Nya yang menuntun kita untuk terus berada dalam jalan kepada-Nya.

September

Posted on Updated on

Dalam rindu kami, ada doa yang terlipatganda saat lamat-lamat disematkan dalam tengadah, hingga berpilin jauh ke langit.

Dalam rindu kami, ada hati yang ingin selalu berpaut dalam ketaatan dan kesadaran penuh pada penggenggam hidup dan mati

Dalam rindu kami, ada harap untuk tetap menjaga kehormatan yang kadang tercompang-camping di tengah upaya kami membadai dan membumi

Wahai Allah, sudah banyak nikmat yang Engkau beri sampai kami menginjak usia kami yang saat ini. Kau cukupkan kami, tapi terkadang kami yang mengurangi sendiri. Kami yakin, doa, cita, dan harap kami, sudah kau dekap erat sekuat Engkau jaga kami dalam berkah dan istiqomah. Jaga kami ya Allah, jaga kami sampai nanti kami bertemu pada akhir yang paling baik dalam hidup kami…

Genau #1

Posted on Updated on

Sesaat lagi kau akan mengetahui perbedaan yang halus antara bergandengan tangan dengan merantai jiwa

Antara berserah dan menyerah

Dan kau akan mulai menerima kegagalan dengan kepala tegak dan mata terbuka,dengan kebesaran hati seorang dewasa, bukan dengan kemurungan anak-anak

Dan kau akan belajar membangun semua jalanmu hari ini karena esok terlalu tak pasti untuk rencana

Sesaat lagi,kau akan mengetahui bahwa sinar matahari bisa membakar kalau kau menerimanya terlalu banyak

Karena itu, tanamilah kebunmu sendiri dan sinarilah jiwamu sendiri daripada menunggu seseorang memberimu bunga

Dan kau akan tahu bahwa kau sungguh-sungguh dapat memikul beban

Bahwa kau benar-benar kuat

Dan kau benar-benar berharga

Chiken Soup of The Soul

Awaken

Posted on Updated on

Dimana seseorang telah berdamai dengan masa lalu, masa sekarang, dan masa depannya. Ia tidak lagi menghindar dari noda hitam masa lalunya. Bahkan ia tidak menganggap itu sebagai noda hitam. Ia hidup di saat sekarang.di saat tubuh, pikiran dan hatinya hadir bersama nafasnya. Ia tak lagi takut dan khawatir akan ketidakpastian masa depan, namun itu tak mencegahnya untuk melakukan yang terbaik. Baginyasemua telah, sedang, dan akan berjalan semupurna. Bukankah semua telah direncanakan sebelumnya oleh Sang Maha Sempurna?

Saat seseorang berhenti memilih antara kaya dan miskin,  sehat dan sakit, hidup dan mati, dicinta dan dibenci. Bagi seseorang yang memiliki kesadaran yang lebih tinggi ia telah berhenti memilih. Ia telah mengikhlaskan dirinya untuk menempuh sebuah proses kehidupan. Ia menyerahkan kehidupannya kepada kekuatan yang menciptakannya. Ia hanya tau berbuat menurut hati nuraninya dan menyerahkan hasilnya pada sang penentu. Baginya yang terpenting adalah apa yang ada di dalam dirinya, entahitu bernama iman, kepercayaan, cinta, pemahaman,kebijaksanaan, atau yang lainnya. Yang pasti itu semua mengacu pada pemahaman terhadap diri sendiri serta hubungannya dengan Rabb yang menciptakan alam semesta… (DyFi)

Tulisan itu mengajarkan tentang apa makna kesadaran tertinggi dari seorang manusia dalam menjalani kehidupannya. Dan tersadar, ternyata belum sepenuhnya tersadar…