Tahapan Menjadi Bunda Produktif #NHW 7

Untuk menjadi ibu profesional, Bu Septi Peni membagi tahapan menjadi Bunda Sayang, Bunda Cekatan, dan Bunda Produktif.

Pada sesi materi di pertemuan ke 7 ini, Bunda Produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Berkaitan dengan rezeki adalah ketetapan dari Allah, dan ikhtiar kita adalah bagian dari ibadah. Maka, sebagai ibu kita bisa berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.

Dalam sesi diskusi, saya pernah melayangkan pertanyaan, karena bagi seseorang yang memiliki kecenderungan untuk bekerja di ranah publik saya menjadi tertarik bagaimana caranya untuk menyeimbangkan porsi publik dan domestik.

Dan sekali lagi, jawabannya adalah ada pada manajemen waktu, dan menyelesaikan seluruh hak keluarga serta urusan domestik. Sehingga ikhtiar perlu dilipat gandakan menjadi berkali-kali, tentu dengan mengurasi porsi mengeluh, walau kini masih tertahan dalam hati, dan dikeluarkan dalam bentuk cemberut wkwk.

Salah satu tahapan untuk menjadi Ibu Produktif adalah dengan semangat untuk mengenalk bakat diri. Salah satunya melalui tools talents mapping yang dibuat oleh Abah Rama di temubakat.com. Teman-teman juga bisa untuk mengecek kecenderungan bakat disana.

Setelah menjawab pertanyaan, jeng jreeng, berikut ini penjelasan bakat seorang riska..

IMG_5550.PNG

Setelah itu, sebagai catatan kita perlu membuat kuadran aktifitas yang berkaitan dengan aktifitas yang disuka/tidak, dan aktifitas yang bisa/tidak. Kuadran ini diambil dari konsep Gino Wickman dan Rene Boer pada buku karya mereka “How to be a Great Bos”.

IMG_5551

Setelah melakukan tes bakat dan merincinya dalam kuadran, saya melalukan konfirmasi kepada suami. Yakk.. Beliau pun menyetujuinya, memaklumi, namun tetap menyemangati agar tetap bisa memperbaiki diri pada hal-hal yang masing kurang apalagi bagian administrasi, planning, dan manajerial. Hmm, Ayo semangat ibuk riska!

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s