Mengandung dan Melahirkan di Jepang #3 (Saat Kehamilan)

The worst thing for pregnant mother is being swayed by other people’s opinion and information and then losing confidence (Konotori Sensei dalam Drama Koundori)

Kehamilan mungkin menjadi salah satu penyebab kebahagiaan di dunia ini, atau mungkin menjadikan seorang wanita merasa sempurna. Namun, juga jangan dilupakan bahwa memilih hamil berarti memilih untuk terbebani amanah, memilih untuk tidak bisa lagi tidur nyenyak, tidak ada lagi me time, harus pinter-pinter jaga makanan, badan remuk redam dll dsb dst 😀

Juga bukan berarti wanita yang belum dikaruniai kehamilan bukan wanita sempurna atau belum dipercaya untuk diberikan amanah. Meyakini bahwa anak adalah rezeki rahasia yang menjadi hak Allah dalam penentuannya, mungkin sama dengan jodoh dan kematian. Hanya Allah yang tau bukan? Tugas kita adalah berusaha untuk mencari jodoh terbaik, berusaha untuk mendapatkan dan mendidik anak menjadi manusia yg sholeh, serta menjadikan kehidupan sebagai ladang amal untuk bekal kematian.. (Susah ya.. Iyaa..)

Kira-kira kata penghibur saya ketika dalam masa menanti (jodoh) ataupun keturunan ya mungkin emang belum dikasih sama Allah (titik) sambil terus mengupayakan yg terbaik yg bisa saya upayakan. Hihi, apalagi ditengah hantaman informasi kehidupan orang lain yang dibombardir di sosial media, harus bisa mengurut-urut hati biar gak dengki sama kehidupan orang lain, mensyukuri apa yang sudah diberi dan sebisa mungkin mengambil inspirasi yang baik-baik.. Ya Allah ampuni hambaaa..

Yuk dilanjutt..
Hamil, Alhmdulillah akhirnya Allah berikan juga, tapi tunggu dulu, hamil di Jepang? Pas lagi sekolah? Mungkin kedengerannya ribet sendiri ya. Udah mana membaca saja saya sulit, plus membayangi harus sering-sering berinteraksi dengan tenaga medis dengan bahasa jepang T_T sedih ya kitah.

Anyway, Alhmdulillah dalam kurun 9 bulan kehamilan di jepang, banyak sekali bantuan dan dukungan yang saya dapatkan, dari mulai komunitas Indonesia di jepang (dukungan moril, materil, dan yang paling penting makanan hehe) teman-teman, guru-guru, dan kolega di kampus, juga dari orang-orang jepang yg kadang saya temui tidak sengaja melihat perut saya yang besar, “Ee.. Omoi desuka? Ganbatte ne! 🙂” walau dalam tiga bulan pertama saya harus berjuang dengan mual-mual yang dahsyat sampai kehilangan 5 kg berat badan, juga merelakan ngidam-ngidam (termasuk nasi goreng dan sate ayam yang lewat depan rumah di cilegon) yang gak kesampean. Ditambah lagi kerjaan lab dan submit paper yang gak selesai-selesai. Dukungan mamah yang selalu bilang, “semangat! Jangan manja, jangan menye-menye” yang menjadikan saya harus selalu setrong T_T walau sama suami tetep sih kadang nangis-nangis random gak ngerti kenapa atau juga karena kedodolan yang makin menjadi saat hamil bikin suami kadang kesel juga, maaf ya pak suami.

image.jpg
Yang sabar ya pak sama istrinya 😄

Untuk kerjaan di lab, saya pun berusaha
untuk melakukan sebaik mungkin yang saya bisa, walau hamil bukan berarti saya minta diringankan, dan memang sensei saya pun tetap meminta saya mengerjakan kerjaan yang seperti biasa, riset, asisten, study trip, sampe saya pikir “sensei, gak ngeh apa saya lagi hamil?” Lahhh.. Wkw. Tapi kerja keras selalu membuahkan hasil, Alhmdulillah, Setidaknya saya bisa mengambil cuti dengan tenang 😀

image.jpg
Si Utun yang ikut presentasi 🙂

Intinya, klo ga ada tantangan gak bakal maju-maju ya gaakk? Nah, biasanya biar memotivasi kadang saya ambil beberapa inspirasi dari dorama (halah, bilang aja emg demennya nonton dorama, ups). Salah satu drama rekomendasi saya yg berkaitan dengan kehamilan, obgyn, bayi, dll adalah Dr. Storks atau Koundori yg tayang di TV jepang Oktober 2015 lalu, link nonton streamingnya bisa dilihat disini loh hehe: http://www1.dramanice.at/kounodori/watch-kounodori-episode-1-online

Selain buat nambah vocab bahasa jepang buat periksa rutin dan persiapan kelahiran, drama ini juga lumayan mempersiapkan mental hiks, tiap episode hampir selalu berurai air mata dan banyak hal yang bisa dipelajari. Jadi, hami di jepang, walau banyak tantangan insyaAllah selalu ada kemudahan! Semangat!

Iklan

4 thoughts on “Mengandung dan Melahirkan di Jepang #3 (Saat Kehamilan)

  1. Ikkyu-mama, akhirnya aye nonton doramanya. hehehe… Berhasil nangis di tiap episodenya (*berasa klo gue banget. hahaha). Sankyuu rekomendasinya yak. Mari kita semangat menjalani peran dan amanah baru dunia akhirat ini dengan ikhlas. Yosh, ganbarou :D!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s