Mengandung dan Melahirkan di Jepang #2 (Pemeriksaan)

Saat melalukan pemeriksaan kehamilan di Klinik, kita akan melakukan pemeriksaan janin dan detak jantung janin pada pekan ke enam dan tujuh kehamilan. Setelah memastikan bahwa janin sehat dan berkembang, ditandai dengan adanya detak jantung dan penambahan ukuran janin pada pekan ketujuh, maka dokter akan memberikan surat rekomendasi untuk pengajuan asuransi kehamilan di balai kota.

Asuransi tersebut biasa disebut ‘Marufuku’. Syarat untuk mengurus Marufuku adalah, Residence Card, Kartu Asuransi, Rekomendasi Dokter dan tanda tangan suami. Setelah semua oke, kita akan mendapat satu bendel dokumen yang berisikan, Boshi Techo (Buku Petunjuk Kesehatan Ibu dan Anak), Gantungan kunci ibu hamil (untuk pertanda priority seat hehe), dokumen penjelasan hamil dan bersalin di jepang, serta kupon-kupon asurasi yang dipakai setiap pemeriksaan.

Setelah itu, kita akan dirujuk untuk melakukan pemeriksaan rutin di Rumah Sakit besar, untuk Tsukuba, yang dipilih adalah Tsukuba Daigaku Byoin atau Rumah Sakit Universitas Tsukuba.

Pemeriksaan rutin di Rumah Sakit dilakukan kira-kira 11 kali pemeriksaan, sebulan sekali sampai pekan ke 20, kemudian dilanjutkan pemeriksaan dua pekan sekali, dan saat memasukin pekan ke 36, pemeriksaan menjadi satu pekan sekali. Setiap periksaan, selalu dicek keadaan janin menggunakan USG. Beberapa jadwal berisi pemeriksaan darah (TORCH test, hormon kelenjar tiroid, gula darah, dll), pemeriksaan urine (kandungan protein, pH, dll), pemeriksaan tensi, berat badan, serta keberadaan bakteri streptokokus grup B.

Nah, menariknya menggunakan asuransi adalah, pembayaran tiap kali pemeriksaan akan mendapatkan potongan, misalkan saat pemeriksaan adanya bakteri streptokokus grup B dikenai sampai 10.000 yen, namun dengan adanya asuransi hanya kena 600 yen Alhmdulillaah ๐Ÿ˜€

Selain itu perlu diketahui bahwa dokter di jepang sangat jarang memberikan resep obat seperti vitamin, obat penguat dll apalagi susu ibu hamil. Yang saya pernah dapag hanya obat konstipasi dan zat besi, itu pun karena hasil pemeriksaan yang menunjukan kadar Hb yang rendah. Untuk vitamin seperti asam folat, vit.B, kalsium, DHA dan EPA biasanya dibeli sendiri di apotik terdekat tanpa resep dokter. Mungkin mereka sudah pede dengan nutrisi makanan di jepang, heuheu.

image

Dengan ini, catatan-catatan lengkap pemeriksaan perpekan yang diberikan oleh pihak RS akan saya simpan, sebagai referensi jika-jika suatu saat akan melahirkan di Indonesia. Di postingan selanjutnya, saya akan bercerita tentang bertahan hidup di Jepang saat hamil, detik2 menjelang melahirkan, dan satu bulan awal setelah melahirkan yang sesuatu bingits lah.. XD

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s