Bulan: September 2015

Step by Step Kuliah di Jepang #3 (Personal Statement)

Posted on

Saat melakukan pendaftaran untuk program pasca sarjana khususnya di universitas jepang. Beberapa hal menjadi salah satu syarat diterimanya seseorang menjadi mahasiswa universitas tersebut. Salah satunya adalah syarat untuk menulis ‘personal statement’. Personal statement (PS) atau jika diterjemahkan dengan Bahasa yang mudah dimengerti menjadi ‘Jelaskan mengenai diri anda dalam sebuah tulisan’ hehe. PS biasanya dituliskan di salah satu kolom didalam berkas aplikasi yang akan dikumpulkan. Terkadang PS diminta sebagai ‘Carrier Plan’, ‘Future Plan’, dll. Jadi jangan bingung jika ada pertanyaan demikian.

Untuk menulis PS, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Berdasar dari pengalaman pribadi, pengalaman teman-teman, dan informasi dari berbagai tulisan, saya rangkum step by step penulisan PS dalam poin-poin serta penjelasannya dibawah ini. Check this out! 😉

  1. Mengenali diri sendiri

Hal pertama kali yang paling utama adalah: yup! Mengenali diri sendiri, karena jika kita belum mengenal diri sendiri, maka kita akan sulit dalam menemukan apa yang akan kita tuliskan. Jadi, untuk tahap ini perlu perenungan mendalam tetang pengalaman apa yang telah dilakukan, kegiatan yang sedang dikerjakan, dan juga hal-hal apa yang ingin dicapai di masa depan.

  1. Menyampaikan informasi yang benar

Jangan pernah gunakan atau melakukan co-paste PS yang sudah dibuat oranglain, karena plagiarisme adalah hal yang paling harus dihindari di dunia akademis. Hindari juga menyampaikan informasi yang tidak benar mengenai prestasi, pengalaman organisasi, dan lainnya. Dan usahakan agar membuat tulisan yang seimbang untuk menjelaskan prestasi dan potensi, tidak terlalu rendah diri atau pun arogan.

  1. Menjelaskan mengenai kegiatan dan pengalaman.

Kegiatan dan pengalaman bisa berupa, pekerjaan, hobi, ketrampilan, organisasi, dan prestasi, Penjelasan ini sebisa mungkin sesuai dengan jurusan atau program disediakan oleh universitas, Misalkan jelaskan pengalaman kita saat mengikuti organisasi yang berkaitan dengan tema jurusan yang akan dimasuki, seperti Himpunan Jurusan, UKM, dan NGO lainnya. Sama halnya dengan prestasi, jelaskan prestasi-prestasi terbaik yang pernah dicapai. Selain itu pengalaman kerja sebagai asisten praktikum, asisten dosen, karyawan, atau wirausaha juga bias menjadi infomasi yang menarik jika memang sesuai dengan jurusan yang akan didaftarkan.

  1. Ketertarikan terhadap program/jurusan.

Berikan alasan terbaik mengapa kita ingin sekolah di jurusan, universitas, kota, juga negara tujuan kita. Jelaskan juga ketertarikan kita terhadap riset yang telah dilakukan oleh calon pembimbing dan promosikan bahwa kita adalah orang yang sesuai yang calon pembimbing cari.

  1. Rencana masa depan

Tunjukkan pada para penyeleksi bahwa kita memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar. Jelaskan jika rencana masa depan akan tercapai jika kita bias menggunakan pengetahuan yang didapat dari sekolah di program tersebut. Rencana masa depan bisa diperkaya juga dengan kontribusi kita untuk negara, dunia dan untuk perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Setelah mengetahui kerangka untuk pembuatan PS, selanjutnya adalah merancang tulisan yang tidak terlalu banyak atau sedikit, kira-kira 500/700 words banyaknya.. Sehabis menulis, biasanya kita perlu waktu untuk melihat kembali apakah ada yang harus ditambah atau kurangi dari tulisan tersebut sehingga bisa menjadi PS yang menarik untuk calon pembimbingmu, gudlak! :))

Step by Step Kuliah di Jepang #2 (Research Plan)

Posted on Updated on

Setelah pada postingan sebelumnya kita membahas tentang perkuliahan di Jepang yang didominasi oleh sistem study by research, disini mari kita coba telaah persiapan untuk terjun kedalamnya #tsah 😀 Master by research merupakan sebuah program master yang memiliki proporsi riset yang dominan dibandingkan mata kuliah di kelas. Biasanya mahasiswa akan menghabiskan semester pertama dan kedua untuk kuliah dan dua semester berikutnya full riset dan menulis tesis. Untuk mengikuti perkuliahan yang didominasi riset ini diperlukan rencana penelitian yang matang dari mahasiswa saat mencoba mendaftar pada program yang diinginkan.

  1. Hal awal yang harus dipersiapkan adalah, tema riset yang sesuai dengan sensei tujuan, laboratorium, juga sesuai dengan keahlian yang kita sudah atau ingin dikuasai. Cara mudahnya adalah dengan mencari tema riset yang sering dilakukan oleh sensei dan labratorium yang dituju. Mencari keyword tentang penelitian yang akan dilakukan akan memudahkan kita menyesuaikan tema apa yang akan dipilih dan yang akan kita dalami.
  2. Judul/tema yang menarik. Judul atau tema sebaiknya menunjukkan isi penelitiannya sendiri, sebaiknya dibuat menarik dan mencakup keseluruhan isi dari proposal penelitian.
  3. Latar belakang harus jelas dan mendukung. latar belakang penelitian pada pokoknya menyampaikan alasan-alasan dilakukannya penelitian tersebut. Alasan tersebut muncul biasanya disebabkan oleh adanya permasalahan yang terjadi baik skala mikro dan makro, dirasakan langsung oleh masyarakat atau pun tidak.
  4. Problem statement dan tujuan penelitian yakni penjelasan lebih jelas mengenai permasalahan yang muncul yang akan diangkat sebagai topik penelitian. Sehingga permasalahan tersebut akan dijawab melalui tujuan penelitian. 
  5. Metode penelitian secara gari besar bias dibagi menjadi dua bagian yakni kualitatif dan kuantitatif. Bagian inilah yang terpenting untuk disesuaikan dengan model lab/grup penelitian yang akan teman-teman masuki. Metode akan mempengaruhi hasil suatu penelitian dan bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya apabila didukung oleh kebenaran data yang didapatkan serta proses yang dilakukan.
  6. Keunikan penelitian (novelty). Inti dari sebuah penelitian adalah melengkapi yang sudah ada atau melakukan apa yang belum dilakukan. Sederhananya, kita tidak akan melakukan hal yang persis sama dengan apa yang sudah pernah dilakukan orang lain. Keunikan itu bisa ditegaskan dengan menyatakan bahwa riset kita akan menggunakan metode baru yang belum pernah dilakukan, menggunakan pendekatan baru, membahas kasus yang sama sekali baru, atau menggabungkan beberapa metode di bidang lain yang belum pernah diuji.
  7. Daftar pustaka yang mencakup juga hasil-hasil publikasi dari sensei yang kita tuju. Tentu, hal ini menjadi kebanggaan tersendiri jika calon pembimbing mengetahui bahwa calon mahasiswa-nya sudah berusaha untuk mempelajari tema riset yang selama ini dilakukan. Hal ini juga menunjukkan ketertarikan kita terhadap tema riset yang ditawarkan, sehingga taka da salahnya kita mempelajari tentang riset melalui publikasi sensei tujuan.

Okey, kira-kira mungkin itulah beberapa step yang sebaiknya dopersiapkan sebelum menyusul rencana riset kita. See you di postingan selanjutnya. Goodluck! 🙂

“Research is creating new knowledge” -Neil Amstrong

Step by Step Kuliah di Jepang #1 (Curriculum Vitae)

Posted on Updated on

Perlu diketahui bahwa, memulai perkuliahan di jepang sedikit berbeda dengan perkuliahan di Negara lainnya. Di jepang hampir semua kampus menerapkan study by research di pada jenjang pascasarjana. Oleh karena itu seringkali kita mendengar tentang mahasiswa research student (atau mahasisnya yang mengikuti program persiapan, baik riset atau Bahasa) sebelum resmi menjadi mahasiswa S2 atau S3. Study by research inilah yang merupakan salah satu kelebihan teman-teman yang berkuliah di Jepang, karena memiliki meneliti baik ilmu eksak atau sosial.

Dan uniknya, untuk mendapatkan Letter of Acceptance (LOA) dari professor, kita harus berinteraksi ke professor/sensei yang spesifik pada satu lab. Nah pembuatan Curriculum Vitae (CV) untuk kuliah di jepang, adalah salah satu cara untuk PDKT ke prof/sensei tersebut.

Pembuatan Curriculum Vitae atau yang lebih dikenal dengan resume memang cukup unik. Kita diharuskan menulis tentang diri kita sendiri. Jika terlalu sederhana kita akan dicap sebagai orang yang tidak memiliki kompetensi. Tapi jika terlalu bagus kita akan dicap sebagai orang yang sombong #eh.

Sebelum membuat CV kita harus memahami apa yang dicari oleh orang yang membaca CV kita. Dengan memprediksi hal tersebut, kita bisa membuat CV dengan lebih terarah. Apa saja poin-poin penting yang harus kamu persiapkan dalam membuat CV, berikut daftarnya:

  1. Data Diri
  2. Jurusan, fakultas, univ dan minat serta kompetensi
  3. Durasi kuliah
  4. IPK
  5. Organisasi
  6. Prestasi
  7. Pengalaman kerja
  8. Publikasi karya ilmiah
  9. Arah penelitian
  10. Komitmen dan kepribadian

Perlu diketahui juga, di Jepang, ada beberapa universitas yang menyediakan program bahas inggris, namun ada juga yang perkuliahannya full dalam Bahasa jepang. Cara mempersiapkannya, jika ingin masuk program yang bahasa jepang, kalau bisa gunakan beasiswa yang dari pemerintah/institusi/company jepang seperti MEXT, Inpex, Panasonic, Hitachi. Karena biasanya calon mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti research student yang mendapatkan intensif pelajaran Bahasa jepang.

Tapi jika mendapatkan beasiswa dari LPDP dan Dikti, kalau bisa cari yang kuliah dalam Bahasa inggris, karena akan sulit jika pengetahuan Bahasa jepang masih sedikit untuk mengikuti perkuliahan.

Jadi bisa disimpulan oleh teman-teman sendiri, kemampuan Bahasa jepang-nya harus ditingkatkan atau tidak. Tetapi saran saya, menguasai Bahasa jepang akan menjadi nilai tambah di mata professor, dan nilai tambah agar kita bisa bertahan hidup di jepang hehe (especially for daily life). So, mulai siapkan CV terbaikmu, dan mulai berburu professor! 🙂