Curhat Pascasarjana #LPDP #Story #2

Hari ini kabarnya pengumuman penerima beasiswa LPDP gelombang ke-6 tahun 2013 keluar, sambil nunggu pengumuman yang semenjak bulan lalu saya tunggu ini, saya akan lanjutkan curcolan gakjelas tentang perjalanan melanjutkan sekolah. Wallahu’alam, entah dapat atau tidaknya beasiswa, semoga curhat ini bermanfaat hihi.. 😉

Okey, setelah niat yang cukup, mengapa harus melanjutkan seokalh, kemudian kita mencari negara tujuan, Indonesia atau di Luar Negeri? Benua Asia, Australia, Amerika, Eropa, atau Afrika? Untuk penentuan ini, saya butuh hampir setengah tahun untuk banyak berkonsultasi ke senior-senior yang saya rasa cukup banyak pengalaman di pasca sarjana di dalam dan di luar negeri. Tepatnya, dari bulan Juli 2012 sampai November 2012. Selain senior, saya juga sempatkan untuk banyak bermusyawarah dengan keluarga, khusunya ibu dan bapak. Yup. jangan sampai mereka tidak tahu rencana anak perempuan pertama satu-satunya, yang ternyata ingin ‘meninggalkan-rumah-lagi’ hiks.

Saya timbang-timbang, saya pun melihat beberapa peluang, dan juga jadal-jadwal perkuliahan yang tidak boleh terlewatkan. Saya sempat membuat akun penerimaan mahasiswa UI, dengan pilihan jurusan antara Ilmu Herbal dan Biomedis (Karena UI adalah kampus yang sering di-mensyen oleh Bapak saya agar bisa lanjut disana, semacam impian bapak saya yang belum tercapai hehee…), dan hampir ikut seleksinya di bulan April 2013 kemarin, tetapi tidak jadi karena saya harus berangkat presentasi di Taiwan. hehehe…

Akhirnya, di akhir tahun 2012, saya memutuskan benua Asia, sebagai pilihan dengan dua negara Jepang atau Korea. Kenapa Jepang atau Korea? Jepang, bisa dibilang negeri impian, hoho. Pertanian dan Sainsnya maju, Dan juga Alhmdulillah sudah pernah merasakan tinggal walau hanya beberapa hari disana :p Jadi lebih terbayang bagaimana jika tinggal disana dalam waktu yang lama.

Korea, bukan karena korean wave yang lagi happening :p walau sejujurnya saya juga pernah sih ngikutin kabarnya super junior, duluu waktu awal kuliah di tahun 2007 hahah :p. Korea negara yang hampir sama perkembangannya dengan Jepang, dan salah satu negara yang mempunyai banyak Inovasi dengan tetap memberdayakan tenaga kerja dalam negerinya. Seperti Jepang, Ia negara yang sangat menjaga tradisi dan cinta terhadap produk dalam negeri. Ditambah, di tempat tinggal saya kini banyak sekali tenaga kerja dari Korea. Semenjak Krakatau-Posco berdiri di Cilegon, jadilah buanyak sekali pekerja yang didatangkan dari negara asalnya, untuk memegang pabrik industri baja patungan PT. Krakatau Steel dan Posco dari Korea (Kapa-kapan saya akan cerita tentang ini). Jadi, ceritanya, kalau saya bisa bahasa korea kan saya bakal ngerti apa yang bakal mereka lakukan di kota saya ini :p

Dan jadilah Jepang dan Korea yang menjadi kandidat negara selanjutnya dengan beberapa kandidat Universitas seperti: Kyoto University, Tokyo University of Agriculture and Technology (TUAT), Kyushu University, Tsukuba University, Yonsei University, Korea Advance Institute of Science and Technology (KAIST). dan Pohang University of Science and Technology (POSTECH).

Sekitar dua bulan, saya pun banyak berdiskusi dengan teman seperjalanan seperjuangan (Tiko) untuk menentukan mana yang akan dipilih dari kedua negara ini. Dengan beberapa pertimbangan, akhirnya diputuskanlah satu negara tujuan… Bismillah 😉

Curhat Pascasarjana #LPDP #Story #1

“Paling tidak, saya pernah memperjuangkannya dalam hidup saya” -Tiko

Saya pernah bercita-cita menjadi seorang peneliti atau scientist penerima nobel.. haha.. muluk banget yeee :p

Tapi ya namanya juga cita-cita, selalu membawa energi lebih untuk perjuangan. Dalam perjalanannya, saya semakin memahami kalau untuk menjadi bermanfaat itu tidaklah harus menjadi peneliti penerima nobel.tetapi memang salah satu jalan adalah itu. Melalui karya, yang bermanfaat, yang dihargai, dan yang diterapkan.

Tidak ada sejarahnya dalam keluaraga saya untuk meneruskan jenjang pendidikan sampai jenjang pasca sarjana. Paling dominan ya sarjana, setelah itu langsung kerja. Tidak masalah. Oleh Karena itu, selulusnya dari IPB, saya langsung bekerja. Belum sempat saya menyebar CV ke berbagai instansi dan perusahaan. Tawaran untuk menjadi staf di sebuah LSM pun akhirnya saya terima. Saya menerima itu karena sejalan dengan apa yang ingin saya perjuangkan #apadeh :p

Setiap orang diciptakan Allah dengan berbagai macam keahlian yang berbeda-beda untuk kebaikan dan kesejahteraan manusia. Dengan keahlian itu manusia dapat menjadi bermanfaat dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. Dengan keyakinan itulah setiap manusia akan yakni terhadap apa yang Ia perjuangankan dan menghargai apa yang oranglain perjuangkan.

Dalam kurun 2 tahun saya bekerja di LSM tersebut, banyak hal yang saya dapat diantaranya adalah aplikasi teknologi untuk kesejahteraan masyarakat. Saya mulai memahami bagaimana mendayagunakan hasil-hasil riset menjadi sesuatu yang bisa memberdayakan masyarakat khususnya di daerah pedesaan. Akhirnya saya tertarik untuk mempelajari ilmu itu lebih lanjut dengan dasar biokimia dan pertanian yang saya punya, saya mencoba untuk mengembangkan konsep sosial teknoprenership untuk diaplikasikan di daerah pedesaan.

Untuk itu saya tertarik untuk mengambil study yang tidak jauh dari pertanian, namun agak jauh siy dari biokimia hahaha maap yak… karena saya ingin mengambil segi aplikasi dari ilmu dasar biokimia salah satunya adalah agrobioteknologi.

Ribet ye keliatannya mau nentuin study buat sekolah lagi aja. Tapi ya begitulah, harus kuat niat nih soalnyaa hehe. Dan paham juga apa yang akan nanti dilakukan sepulangnya dari sekolah. Dan yang mau saya lakukan nanti adalaahh nulis, bisnis atau ngajar! hoho, jangan heran kalau nanti saya bakal nulis (apapun itu), bisnis (apapun itu), dan ngajar (dimanapun itu) dan yang penting halal. masih absurd kan? seabsurd para pewawancara yang butuh jidat mengkerut untuk memahami jawaban saya saat wawancara beasiswa LPDP akhir juli lalu… hhehe (bagian ini, tolong jangan dicontoh.. haha :p)

Kenapa masih absurd gitu? karena saya menyiapkan hati untuk berbagai macam kemungkinan yang ada #tsah, asal dalam koridor yang sejalur (pertanian, misalnya), peluang-peluang yang ada selalu bisa didayagunakan. Semangat!

Semoga semangat ini yang akan terus menyemangati untuk sekolah, jika tidak bisa tahun ini, ya tahun depan, atau tahun depannya lagi. Jika tidak bisa sebelum menikah ya sesudah menikah, bahkan jika memungkinkan dan tidak mengganggu peran sebagai istri dan ibu, ya saat setelah mempunyai anak. Yup! kesempatan sekolah lagi itu selalu ada, semoga InsyaAllah 😉

Eng ing eeng… Akhirnya dari kegalauan hati, dilanjutkan musyawarah dengan teman-teman kantor dan juga keluarga, saya memutuskan untuk sekolah lagi. Perjuangan pun dimulai!

Hakikat Pendidikan bukan hanya mendapatkan ijazah dan gelar, namun untuk melejitkan potensi diri agar lebih bermakna bagi sumbangsih peradaban… (LPDP Website).

 

Mehdi Hasan di Oxford Union: Argumen Cerdas di Debat Berkelas

Berdebat dengan berbicara fakta. Elegan! 😀 “Ini yang kita setujui: bahwa (Islam adalah) sebuah agama berusia 1400 tahun yang diikuti oleh 1,6 Milyar manusia yang tersebar di seluruh dunia, dengan bermacam-macam latar belakang dan etnis. Dan pihak kontra kita malam ini hanya bisa menggeneralisasi,
membuat stereotype dan menuduh dalam rangka -dengan sangat menyedihkan- untuk memenangkan debat malam ini.
Mari melihat 16.000 bom bunuh diri yang sudah terjadi. Itu semuanya. Mari melihat apa argumen Shoe? Itu hanyalah nol koma nol nol sekian persen dari populasi muslim di seluruh dunia. Bagaimana dengan 99,99% muslim, yang pihak kontra malam ini abaikan begitu saja.”

Memilih Keputusan

[ket: Agar mendapatkan kesan yang bagus, lebih baik menonton video debatnya langsung, sambil membaca tulisan ini sebagai terjemahannya.]

Di tengah keterbatasan kemampuan bahasa Inggris yang saya punya, kita akan membicarakan sebuah debat yang menjadi topik pembicaraan menarik akhir-akhir ini, terutama setelah Oxford Union mengunggah video debat ini pada 3 Juli 2013.

Pada 28 Februari 2013, Oxford Union, lembaga tradisi diskusi dan debat paling tertua di dunia (didirikan sejak 1823), mengadakan debat dengan tema yang cukup panas, yaitu, “Apakah Islam adalah agama cinta damai?”. Debat ini menghadirkan tiga pembicara di masing-masing pihak, pihak pro dan pihak kontra.

Dari pihak kontra. Pembicara pertama adalah Anne-Marie Waters, seorang aktifis politik dari partai kiri terkemuka di Inggris: Partai Buruh (Labour Party). Anne-Marie juga aktif dalam mengkampanyekan kekhawatiran dan ke-anti-an terhadap penerapan hukum syari’ah. Di dalam argumennya di debat ini, Anne-Marie banyak mengambil contoh-contoh yang dilakukan oleh oknum muslim: bom bunuh diri, kekerasan seksual…

Lihat pos aslinya 2.814 kata lagi

Muslim Sedunia dan Kemanusiaan

Pantaskah kita mengeluh? sementara saudara kita yang ada di palestina, mesir, dan syiria masih bersyukur walau hidup dalam cekaman peperangan yang sewaktu-waktu melayangkan nyawa mereka.

Lahir, tumbuh, dan hidup dibawah desingan peluru. Namun mereka tetap berbaik sangka kepada Allah. “Alhmdulillah, Allah masih memberkahi kami” (Tutur Muhammad Nabil Khalid, salah satu imam hafidz dari palestina yang berkesempatan untuk mempimpin shalat tarawih berjamaah di masjid Bank Indonesia malam ini/2 Agustus 2013).

Umat islam dan masjidil aqsa, lebih kuat hubungannya bila dibandingkan dengan hubungan ibu dan anaknya. Karena hubungan dengan al-aqsa dan palestina adalah hubungan iman dan akidah.

Al-aqsa adalah masjid dimana Rasulullah memulai perjalanan ke sidratul muntaha.

Al-aqsa adalah masjid dimana Allah mengumpulkan pemimpin terbaik manusia, yakni para nabi dan rasul untuk melakukan shalat berjamaah, yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW.

Al-aqsa adalah kiblat yang menjadi pusat bagi umat islam dalam beribadah, sebelum ditetapkannya baitullah ka’bah di mekah. (Al-Baqarah: 144)

Oleh karenanya, al-aqsa bukan hanya milik muslim palestina, tetapi milik umat muslim di seluruh dunia.

Saat ini, al-aqsa menjadi target untuk dihancurkan oleh Thagut terbesar di bumi yakni Yahudi Israel. Kehancuran gaza dan al-aqsa bukan semata kehancuran bagi muslim di palestina. Tetapi itu adalah kehancuran dan umat muslim di dunia.

Kunci kemenangan bukanlah senjata, Tetapi yg disebutkan oleh Allah, kekokohan ikatan antara umat islam. Salah satunya adalah dengan menjaga al-quran al-karim yakni dengan menghafal dan mengamalkan al-quran.

Kami di palestina, yakin bahwa dengan menjaga al-quran menjadi bekal kami untuk menang, kami ajarkan anak-anak kami untuk mengahafal dan mengamalkan alquran sedini mungkin. Kami yakin yang menjadi indah bagi penghafal alquran, adalah karena Allah menjanjikan para penghafal alquran menjadi bagian dari keluarga Allah.

Karena kami berupaya menjadi keluarga Allah, maka kami percaya Allah akan terus melindungi kami ditengah-tengah penindasan yang dilakukan oleh yahudi.

Selain itu, para penghafal al-quran, mendapatkan syafaat saat di akhirat kelak. Alquran menjadi sumber syafaat di padang masyar.

Dan penghafal quran mendapatkan tempat terbaik sesuai dengan banyaknya hafalan yang ia miliki. Oleh karenanya, wahai saudaraku, mari hidupkan alquran sebagai hafalan dan amalan. Untuk meraih kemenangan umat muslim di dunia dan akhirat.

Himbauan Imam dari Palestina umat muslim di Indonesia, sungguh mengingatkan kembali akan pemenuhan hak terhadap muslim.

Muslim Indonesia itu (termasuk saya) kadang suka lupa, bahwa keamanan beragama, kebebasan berdakwah, dan kenyamanan beribadah, itu dianggap taked for granted, lupa di-syukurikadang dianggap bukan hal yang wow dan yaa biasa aja. Sama dengan kadar biasa aja-nya kalau mendengar kabar muslim di negara lain yang minoritas, konflik, dan perang.

malah ada yang celetuk, Ya ampun, perang mulu deh, katanya muslim, tapi perang mulu…?

atau Ngapain sih mikirin masalah negara lain, masalah negara sendiri aja belum selesai?

atau hey yang konflik disana, kenapa bom-nya sampai di Vihara disini? muslim emang teroris, ckck, 

atau Aduh gue galau ni, galau banget bangeet… dan kemudian setel lagu galau-nya yovie and the nuno (_ _v)

Ya mungkin kita memang belum paham apa urgensi (?) nya membantu, berempati, atau minimal mendoakan saudara sesama muslim yang tidak seberuntung muslim di Indonesia. Minimal, mendoakan dan gak nyinyir, apalagi kemakan komentar-komentar yang memutar balikkan fakta seperti komennya JIL. #eh.

Kami bangga dengan muslim Indonesia karena Indonesia adalah negara muslim terbesar dan terbanyak.. Kami disini adalah muslim yang minoritas, kami bersyukur karena kami masih mempunyai saudara-saudara muslim di Indonesia – Muslim di Ukraina.

Islam selain mengajarkan kewajiban kepada umat muslim lainnya, juga mengajarkan untuk berbuat baik dengan sesama manusia. Karena semua manusia, apapun agamanya adalah ciptaan Allah, umat-nya Nabi Muhammad (QS Al Anbiya’ : 107). Toleransi antar manusia. Karena Islam adalah agama yang global, untuk semua manusia.

Keagungan agama Islam, memang suka gak singkron dengan pemeluknya yang suka #gagalpaham, yang berilmu sedikit tapi lebih banyak salahnya. Padahal Ilmu, kecerdasan, harta, keluarga, bahkan tubuh kita hanyalah titipan, mau sombong yang kaya gimana lagi?

Fabiayyi’ala irrobbikuma tukadziban? Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (Ar-Rahman: 55)

Ampuni kami wahai Allah, Tuhan semesta Alam…

Pemadam Kebakaran Jalur 9

Image
Jalur 9 Kereta Stasuin Kota 😀

Dalam rangka melepas kepulangan Tiko ke Pasuruan, Saya dan Mbak Ophie, berniat untuk menemani Tiko sampai detik-detik terakhir Ia berada di Jakarta (Hiks hiks). Tiko teman seperasaan saya ini akhirnya berangkat ke Kyoto! Untuk kedua kalinya setelah pada tahun 2010 menginjakkan kaki disana 😉 insyaAllah

Dalam pertemuan seperti mengulang kembali saat kami bertiga bersama (Uhukk) dalam ikatan pertemanan sampai saat ini. Saya, Tiko, dan Mbak Ophie pertama kali tergabung dalam UKM Forces IPB, tempat dimana kami meng-geje bersama 😀 dan setelah kami melengserkan diri di forces, kami pun bersama kembali saat tergabung dalam Indonesia Menyala Bogor (dan saya benar-benar gabut waktu itu haha). Nah, saking geje dan absurdnya kami saat bersama, mungkin itu salah satu faktornya.

Kesamaan perasaan (Eciyee), menjadi salah satu hal yang membuat kami tetap saling terhubung sampai saat ini. Walau terkadang saling berargumen satu sama lain saat berbeda pendapat dan pandangan. Tapi kami tahu, untuk menyatukan hati harus proporsional kadar perbedaan dan persamaannya :*

Image

Komitmen untuk tetap terhubung dalam kebersamaan, adalah suatu keharusan dalam suatu hubungan. Walau raga tak lagi bersama, tetapi hati-hati tetap saling menyatu. Saya dengan pekerjaan saya di Tangerang, Tiko yang sedang mempersiapkan sekolah lagi ke Kyoto University Jepang, dan Mba Ophi yang sudah disibukkan dengan Wirausahan dan Pascasarjana-nya di Master Manajemen IPB.

Impian-impian kami untuk saling mengunjungi lagi di suatu masa nanti, InsyaAllah akan terus diusahakan. Entah itu dalam momen reunian, pernikahan, atau lainnya… 😀 

Tetap menginspirasi dengan sederhana teman-teman, karena pemadam kebakaran jalur 9, siap menyirami hati-hati yang kekeringan apalagi kebakaran (haha… tagline yg sungguh sangat lebay)

Saat bertemu, semoga kita adalah seseorang yang telah menjadi rencana kita di masa depan! Allahu yubarik fiik… Biidznillah… Biidznillah… 😉

Keep Cheers!

Diaspora #1

dathi
Saya, Tiko, dan Dati (Selepas Kampanye Pangan Lokal @ Bundaran HI)

Sahabat saya yang berangkat untuk memulai perkuliahan di bulan Agustus tahun ini adalah Murdiati atau yang biasa disapa Dati. Saya mengenal Dati (yang benar-benar dekat) adalah saat kegiatan Forum Indonesia Muda 9 Tahun 2009 di Cibubur. Saya dan Dati berada dalam kelompok IPTEK dan Lingkungan saat itu. Saya melihat Dati adalah sesosok yang inspiratif… (ihiy :D) dengan segala keberanian untuk mengungkapkan gagasannya.

Dati yang seorang Food Scientist banyak berkecimpung di dunia pangan, Ia aktif di Himpunan Mahasiswa Peduli Pangan Indonesia (HMPPI) yang banyak melakukan riset dan kegiatan yang berkaitan dengan ketahanan pangan. Saya tentu banyak belajar dari Dati, dalam sesi-sesi khusus obrolan kami, tentang cita-cita dan bagaimana peranan kami untuk sekitar (Inget waktu kamu nginep di kosan ku gak dat? saat semester 6/7 perkuliahan, Haha).

Saya bertemu kembali dengannya, saat saya memintanya jadi koordinator massa di kampanye pangan lokal MITI wilayah Jakarta. Alhmdulillah dia bersemangat! 😀 Akhirnya kami mempersiapkannya sampai lembur-lembur di kantor, Dati banyak sekali membantu dalam kegiatan ini. Hatur Tengkyuu Datii :*

Dan, belum sempat saya bertemu dengannya lagi, sampai akhirnya Dati berangkat untuk melanjutkan sekolah di Thailand, Kitchen of The World! Tepatnya di Chulalongkorn University. Tempat Dati akan banyak mempelajari tentang Food Science and Technology. Selamat belajar, selamat menempuh kehidupan dan tantangan disana ya Dati… Saat pulang nanti ayo kumpul lagi, membuat lingkaran-lingkaran kontribusi nyata untuk Indonesia. Merdeka! ^^

Shippai-Gaku

Even if you can’t do it now, don’t stress, don’t give up

just go at your own pace and have confidence in yourself

No one ever said life was easy, you know?

God made it tough because its all part of His test

 

How will you solve it? with art? science? ethics?

That’s what life is all about-you got to take it seriously

 

We worry, we wonder, we second guess ourselves

There’s not one right answer,

so keep pushing forward and look for yours

 

Even if you can’t do it now, don’t stress, don’t give up

just go at your own pace and have confidence in yourself

 

I ask the sky and sea, do you wonder like me too?

I ask the wind and sun, do you cry without anyone noticing too?

There is nothing to be afraid of. It’s just another battle, we fight!!

 

I’m already full of scratches everywhere but its just the way life is

just keep drawing your life there’s no need to use an eraser

You just need one goal

 

We worry, we wonder, we second guess ourselves

There’s not one right answer,

so keep pushing forward and look for yours

 

Even if you can’t do it now, don’t stress, don’t give up

just go at your own pace and have confidence in yourself

 

I write on a blank piece of paper what

I would like to be in the future

but no one really knows the truth

that’s why you need your answer

 

If i were from the future then i could tell the present me to

“change your hard work into confidence

and keep trying until your reach your goal”

 

Even if you can’t do it now, don’t stress, don’t give up

just go at your own pace and have confidence in yourself.

Ini adalah terjemahan lagu Seamo yang berjudul My Answer. Dengan teks asli berbahasa Jepang. Kalau dilihat dari liriknya, bercerita tentang keberanian untuk mencari jawaban.

We worry, we wonder, we second guess ourselves

There’s not one right answer,

so keep pushing forward and look for yours

Jawab kehidupan, hasil pencarian yang kita lakukan, terkadang bukanlah jawaban yang benar. Entah karena pemahaman atau sudut pandang yang salah. Namun, berani menjawab tantangan dan ujian kehidupan adalah keharusan, walau dalam prosesnya kita menemui kegagalan. Kegagalan untuk menuju keberhasilan.

Sippai-Gaku: Untuk keberhasilan saat ini biasanya adalah buah dari kegagalan masa lalu. Itulah kenapa ada di Jepang ada yang disebut 失敗学 (sippai-gaku). Jadi, jangan takut gagal 😉

Hey, karena kegagalan hanyalah bahasa kita yang mungkin belum mengerti bahwa di saat gagal, justru kita sedang diarahkan pada jalan yang benar. karena jika tidak di’gagal’kan, mungkin kita akan terus berada dalam jalan yang tersesat T_T Ya Allah… betapa sotoy-nya diri ini, ampuni, ampuni..

Dan hey, gagal juga bisa berarti kita sedang diperintahkan untuk melakukan kerja lebih cerdas dan keras dari biasanya. Hangan sampai, karena kita yang mengagapnya gagal, menjadikan itu alasan untuk tidak mau berusaha lagi, putus asa begitu saja.

Tak semua jalan yang terlihat akan membawamu pada jalan yang benar. Kadang jalan yang benar adalah jalan yang tak terlihat oleh matamu. Jangan biarkan matamu yang memutuskan kemana kau akan pergi, biarkanlah hatimu yang memutuskan kemana kau ingin pergi. (Fahd Djibran, dalam buku Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan).

Yap, semoga dalam tiap harapan, ada hati yang selalu dapat memaknai Jawaban-Nya. semoga dalam tiap harap, seiring dengan ridha dan kehendak-Nya. Agar kita lebih bersabar, Agar kita lebih kuat. Keep fight! Cheers 😉

Ishbiru, Shabiru, Rabithu (Ali-Imran: 200)