Omnivora

Mmm.. Hi, Halo, Assalamualaykum…

Errr… Apakah kalau sudah lama tidak menulis blog harus memulai lagi dengan menggunakan sapaan? Oke lupakan saja kalau saya sudah absen selama hampir sebulan tidak mengunjungi blog ini, dimaafkan yaa pemirsah…

Back to the topic, hari ini saya ingin bercerita tentang… Makanan! Yumm! :9

Hampir sebulan ini, saya mencoba mencari tahu, sebenarnya bagaimana pengaruh makanan untuk kita, tidak sekedar hanya untuk memenuhi kebutuhan kita sebagai makhluk hidup, atau bagaimana dampak kesehatannya untuk kita. Tetapi juga menyangkut dengan permasalahan bangsa dan negara, tentang ketahanan pangan, dan daya saing Indonesia di mata dunia (Wuihh, enggak kapok diledekin sebagai pemuda harapan bangsa dan negara ris! | *geleng-geleng sambil merem :p).

Mengapa masalah pangan sampai menyangkut pada hal-hal yang demikian? Pangan, begitu penting malsalah ini, yang apabila diabaikan akan menyangkut pada hajat hidup orang banyak. Kita mungkin berada di negara yang tak separah Ethiopia, Mali, atau di negara-negara daerah konflik seperti di Tepi Barat Palestina, Suriah, dan Masyarakat Rohingya di Myanmar. Kita begitu beruntung dan harusnya bersyukur bahwa kita hidup di tengah kecukupan pangan yang membuat kita masih bisa makan tiga kali sehari.

Kemudian, dalam beberapa kurun waktu terkini, ada beberapa gejolak pangan yang terjadi seperti kelangkaan tempe, naiknya harga bawang dan cabai, masyarakat yang tergantung pada beras sebagai makanan pokok, atau makanan-makanan (jajanan) yang banyak mengandung gula dan garam yang tinggi sehingga meingkatkan jumlah penderita penyakit seperti kanker, hipertensi, obesitas, stroke, dan diabetes semakin meningkat.

Sementara itu, pernahkah kita menemukan orang Indonesia yang hanya memakan -nasi basi bekas sampah yang tidak habis dimakan lalu dibuang kemudian dijemur dan dikeringkan-? Singkatnya kita bisa sebut dengan, Nasi Aking. Ternyata masih ada, di pelosok Banten sana, di kabupaten Lebak. Nasi Aking, sudah terbayang bentuknya kan? bayangkan rasanya? lalu bagaimana dengan kandungan gizinya?

Pangan berhubungan dengan gizi seseorang, gizi berhubungan dengan kecerdasasan seseorang, cerdasnya seseorang menjadikan ia sumberdaya manusia yang unggul untuk dirinya sendiri, untuk masyarakat, untuk agama, bahkan untuk negara. Dan Indonesia perlu lebih banyak manusia dengan SDM yang berkapasitas yang berasal dari pangan sehat.

tumblr_m7qyf5JHLZ1rwgbo4o1_500

Lalu, bagaimana dengan ketersediaan pangan sehat di Indonesia? Apakah pangan sehat harus selalu makan nasi? Dan sebagai orang Indonesia haruskah selalu makan nasi? ย Dosa apa kita kalau kita tidak makan nasi?

Hmm, kompleks sebenernya :p Tak ada yang salah dengan nasi, juga beras, apalagi padi, karena mereka mengajarkan kita tentang ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk (?) Tetapi mungkin yang keliru adalah, keseragaman pangan yang mengharuskan kita memakan nasi sebagai bahan makanan pokok. Padahal jika dihitung, lahan sawah untuk padi semakin lama semakin menipis, dan tidak semua pulau di Indonesia cocok untuk ditanami padi, dan hal-hal itu yang menyebabkan harga beras semakin lama semakin melonjak. So, kenapa kita tidak mendukung saudara kita di pulau lain untuk mengeksplorasi pangan lokalnya seperti jagung, sagu, ubi, dan banyak lagi. Toh, makanan itu sekeluarga dengan nasi, karena sama-sama mengandung karbohidrat dan memenuhi nilai gizi tubuh? Dan lebih khusus lagi, karena kita adalah omnivoraย (pemakan segala) yang tidak selalu harus makan nasi bukan? ๐Ÿ˜‰ *sebenernya endingnya agak maksa tapi gpp yak.. hehe

Iklan